Program LDII Jombang, PPG usia PRA REMAJA

Di sini saya akan melanjutkan tentang artikel saya kemarin tentang program-program yang ada di  LDII Jombang dalam mendidik anak-anak melalui program PPG (Penggerak Pembina Generus), dari pra remaja. Pra remaja atau usia menjelang remaja yaitu antara kelas 5 SD-9 SMP atau usia 11-15 tahun. Di dalam pra remaja materi yang dikajikan juga tidak jauh dari materi yang di ajarkan pada cabe rawit hanya saja materi yang di ajarkan dalam pra remaja lebih banyak di kehidupan sehari-hari kita.

tidak boleh berprasangka buruk

LDII Jombang, di dalam usia Pra Remaja ini adalah usia pengenalan terhadap dunia menjauhi kebiasaan manja dengan kedua orang tua atau belajar hidup mandiri, dan juga bisa membedakan mana baik dan mana yang buruk atau  usia produktif bagi anak kita. Banyak sekali anak di usia seperti ini mengalami kenakalan remaja karena salah dalam memilih pergaulan dengan lingkungan sekitar.

Dalam usia pra remaja ini orang tua juga harus tetap mengontrol terhadap anaknya bukan mentang-mentang usia mandiri anak sudah di biarkan, banyak dari orang tua yang membiarkan anaknya mengenali lingkungan luar dengan sendirinya. Akan tetapi, anak tersebut sebetulnya membutuhkan bimbingan terhadap orang tuanya, justru kebanyakan orang tua tidak mengetahui akan hal-hal yang di inginkan anaknya. Bahkan orang tua pun percaya bahwa anaknya mampu memilih pergaulan dengan sendiri, tidak begitu meskipun anak di usia mandiri juga masih membutuhkan bimbingan dari kedua orang tuanya. Hal seperti itu tidak di lakukan oleh warga LDII Jombang dalam mendidik anak-anak mereka

Saya punya cerita akibat kurangnya perhatian dari orang tuanya ini adalah kisah teman saya,  panggil saja namanya adalah wahyu sejak kecil dia sudah selalu bermain, mengaji, belajar besama-sama semua aktivitas rata-rata selalu dilakukan dengan bersama temannya, dia selalu patuh kepada orang tuanya lalu semakin lama waktupun berlalu dia semakin mengenali lingkungan dunia luar, dan suatu ketika dia diajak temannya Untuk mengikuti suatu perlombaan mobil Hotswheel yang ada di salah satu supermarket besar, namun sebelum  memasuki arena tersebut mobil yang kita punya harus di kasih cap atau stempel dari petugas minimarket agar barang tersebut bukan barang curian dari dalam mal, setelah dikasih cap dia bergegas masuk ke dalam arena di sana hanya ada 10 pemain yang siap memainkan mobilnya masing-masing. Setelah lama dalam pertandingan dia pun akhirnya kalah tidak mendapatkan juara dan dia depresi mungkin akibat dari kekalahan itu karena mobil mainan yang dia punya itu kalah cepat di banding saingannya, lalu dia punya inisiatif untuk mencuri di dalam supermarket tersebut.

Setelah mengawasi daerah di sekita TKP dia pun mulai beraksi, karena dia tau bahwa tempat itu sepi dari pengunjung yang melewati lorong tersebut dan di dapatkanlah 2 buah mobil Hotswheel impiannya yang harganya 1 buah pada saat itu Rp.19.650. Lalu dia membuang bungkus dari mobil tersebut dibuanglah bungkus tersebut di sela-sela rak, lalu dia dan kedua orang temannya bergegas kabur akan tetapi ternyata di depan pintu keluar sudah ada yang menjaga, setelah melewati penjaga wayu pun di Tanya oleh petugas tersebut “ ayo keluarkan mobilnya, kalau ndak di keluarkan, saya bawa ke kantor polisi ” mendengar perkataan tersebut wahyu pun merasa tegang kok satpamnya bisa tau!! Pikir dia lalu wahyu menjawab “ mobil yang mana pak !!” tak lama satpam itu langsung membawa wahyu ke pos satpam dan dia di interogasi. Lalu satpam tersebut menelpon orang tua wahyu dan tak lama kemudian ibunya pun datang  dan langsung memeluk anaknya sambil menangis melihat anaknya yang akan di bawa ke kantor polisi dan sejak kecil  sudah di didik mengaji di ajari tentang agama akan tetapi menginjak remaja dia sudah melakukan tindak kejahatan karena lepasnya  pengawasan dari kedua orang tuanya dan wahyu pun juga menangis melihat ibunya karena kasihan ibunya yang hanya pekerja serabutan anaknya melakukan tindak pencurian.

Lalu petugas supermarket itu membuat perjanjian jika ingin anaknya bebas dan tidak mau Untuk di bawa ke kantor  maka ibunya tersebut harus mengganti barang yang telah di curi anaknya tersebut sejumlah Rp.45.000 lalu ibunya melihat isi dompet dan hanya membawa uang Rp.50.000. Uang tersebut  di gunakan Untuk membeli kebutuhan pokok rumah tangga, karena demi kebebasan anaknya ibunya pun melunasi dan anaknya bebas dari jeratan polisi.

Melihat seperti itu kita sebagai orang tua miris terhadap perkembangan zaman saat ini, namun hal itu  bisa saja di rubah dengan melakukan perubahan terhadap anak secara bertahap, tidak ada kata terlambat sebelum kita mencoba melakukan perubahan dalam mendidik anak kita. Kehidupan nyata yang terjadi pada salah satu teman saya, yang mana akibat dari salah pergaulan di pun bertindak dengan keinginanya tanpa batas. oleh karena itu, kita sebagai orang tua harus selalu mendidik anak kita bukan hanya di waktu kecil saja melainkan sampai remaja di didik jangan sampai anak terjerumus di dalam tindak kejahatan.

 

Yang mana hal tersebut tidak di inginkan oleh orang tua manapun, dengan sering berkomunikasi terhadap anaknya  mengajari sopan santun, dan mengajarkan anaknya dalam memilih pergaulan dengan orang-orang yang baik kepada anaknya. Itu saja artikel yang saya buat, sala satu Program LDII di Jombang, seperti ini yaitu (PPG) guna bertujuan dalam melakukan pendidikan, peramutan terhadap anak bisa di lakukan dengan baik dan ter-arah, tidak ada tindak kejahatan yang sering di lakukan anak pada zaman sekarang. Semoga hal itu bisa menginpirasi  orang tua agar selalu mengawasi perkembangan anaknya. Nantikan artikel yang selanjutnya  tentang Remaja.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s